Selasa, 15 Oktober 2013
ANIME
Minggu, 10 Maret 2013
Intel PRO/Wireless and WiFi Link Drivers
Intel PRO/Wireless and WiFi Link Drivers

The Intel PRO/Wireless 3945ABG Network Connection is an embedded 802.11a/b/g PCIe Mini Card network adapter operating in the 2.4GHz and 5GHz spectrum. The new solution has support for the latest wireless industry standards, and offers a host of features that will enhance today's mobile lifestyle.
Download disini :
IntelliType Pro 8.2
IntelliType Pro 8.2
With IntelliType Pro keyboard software, you can customize the unique features of your Microsoft keyboard to fit your needs. Many keys can be reassigned to open a program, file or Web page, or to perform commands such as Find, Show Desktop, or other application-specific functions.
You can also disable keys you sometimes press accidentally, such as CAPS LOCK, and modify keyboard settings, such as updated horizontal scrolling and zoom slider functionality. IntelliType Pro software even offers extended application support, as well as biometrics support for advanced identity management. If you have a Bluetooth keyboard, you will need to have Windows XP with Service Pack 2 installed.
Download disini :
Download IntelliType Pro
Microsoft ActiveSync 4.5
Microsoft ActiveSync 4.5
ActiveSync is the latest software release for synchronizing Windows Mobile-based devices with Windows XP.
Microsoft ActiveSync provides a great synchronization experience with XP-based PCs and Microsoft Outlook right out of the box. ActiveSync acts as the gateway between your PC and Windows Mobile-based device, enabling the transfer of Outlook information, Office documents, pictures, music, videos and applications from your desktop to your device.
In addition to synchronizing with a desktop PC, ActiveSync can synchronize directly with Microsoft Exchange Server so that you can keep your e-mail, calendar data, notes and contact information updated wirelessly when you're away from your PC.
Download disini :
Download Microsoft ActiveSync
NVIDIA Forceware
NVIDIA Forceware

NVIDIA ForceWare software unleashes the full power and features in NVIDIA's desktop, gaming, platform, workstation, laptop, multimedia, and mobile products. Delivering a proven record of compatibility, reliability, and stability with the widest range of games and applications, ForceWare software ensures the best experience with your NVIDIA hardware.
Each OS has it's own version of NVIDIA.
Download disini :
NVIDIA nForce
NVIDIA nForce
| ||

NVIDIA nForce® media and communications processors (MCPs) are the key ingredient in the best motherboards for NVIDIA. Designed specifically for gamers and multimedia enthusiasts, nForce MCPs are available for both AMD and Intel platforms. nForce MCPs continue to push the limits of innovation with their support for ESA, Quad and 3-way SLI, as well as NVIDIA® Hybrid SLI® technology.
Each OS has it's own version of NVIDIA nForce.
Download disini :
Realtek AC'97 Driver A4.06
Realtek AC'97 Driver A4.06
| ||
Realtek Drivers and codecs for Realteks series of audio chipsets for motherboards.
The package includes:
- Driver/Application Setup Program
- RtlRack for Win98/Me/2000/XP and AvRack for Win95/NT4
- Realtek Sound Effect Manager (DirectX 8 is required to enable advanced features.)
Download Realtek AC'97 Driver
Realtek High Definition Audio
Realtek High Definition Audio
| ||
The Realtek High Definition Audio codecs are compliant with Microsoft's UAA (Universal Audio Architecture). The top series provide 10 DAC channels that simultaneously support 7.1 sound playback, plus 2 channels of independent stereo sound output (multiple streaming) through the front panel stereo output. Flexible mixing, mute, and fine gain control functions provide a complete integrated audio solution for home entertainment PCs.
- Meets Microsoft WLP 3.10 and future WLP audio requirements
- WaveRT based audio function driver for Windows Vista
- Direct Sound 3D compatible
- Multi bands of software equalizer and tool are provided
- Microphone Acoustic Echo Cancellation (AEC), Noise Suppression (NS), and Beam Forming (BF) technology for voice application
Download disini :
SetPoint 6.32
SetPoint 6.32
| ||
Logitech SetPoint is the software used to install and control Logitech mice and keyboards in Windows XP and 2003. It contains drivers and software enabling you to take full advantage of your mouse and keyboard.
SetPoint provides control over the following aspects of your mouse interactions:
- Mouse Button Settings - You can change the function of each button and have different settings for different programs.
- Mouse Movement - you can change movement settings and sensitivity.
- Mouse Game Settings - Gamers can change in-game settings with up to 5 different resolution presets, and have separate settings for different games.
If you also use a Logitech keyboard, SetPoint enables you to change key functions and mappings.
Download disini :
Download Logitech SetPoint
AMD Catalyst Drivers 12.6 XP
AMD Catalyst Drivers 12.6 XP
| ||
AMD's award-winning Catalyst graphics and HD video configuration software delivers unprecedented control of performance and visual quality with AMD Radeon graphics processors. AMD Catalyst drivers deliver stable performance and push the limits of innovation with advanced user-oriented features.
Precision controls for power users. Tweaks for gamers and video enthusiasts. Simple wizard-assisted setup, easy multi-monitor configuration, and ultra reliable operation for working professionals. New user or seasoned expert, AMD Catalyst puts you in charge of The Ultimate Visual Experience.
Industry-leading performance
- AMD Catalyst updates are focused on improving graphics performance, including enhancements for popular Direct3D and OpenGL game titles.
Innovative and exciting features
- AMD Catalyst includes the AMD Catalyst Control Center, delivering innovative features and unprecedented control of performance and visual quality with AMD Radeon graphics.
Robust stability
- Catalyst drivers for Windows Vista and Windows XP are Microsoft WHQL-certified to deliver the industry's most stable and reliable graphics performance.
This version is for the 32-bit version of Windows XP and 2003
Download disini :
Kutitipkan mereka kepadaMu
Kutitipkan
mereka kepadaMu
Karya : Devi Nur Safitri
Selesai
priksa ke Dokter Jenny karena Vitri sakit, Bunda menyuruh Vitri tidur, lalu
Bunda menuju keruang tamu untuk menemui suaminya
“Yah.. ?”
“iya Bunda”
“Bunda khawatir dengan keadaannya”
“sudahlah Bunda kita berdoa saja. Jangan sampai dia tahu tentang penyakitnya karena Ayah yakin Vitri adalah anak yang kuat. Percayalah istriku” kemudian ayah memeluk Bunda Vitri sambil meneteskan air mata
pukul 4.30 Vitri bangun dari tidurnya segera dia mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat dia membuka pintu kamar orangtuanya pelan-pelan, dilihatnya Bunda sedang mengaji dan ayah sedang berdzikir kemudian dia kekamar dan belajar.
“Nak sudah jam setengah enam, kamu sudah mandi?” kata Bunda Vitri dari luar pintu
“sudah Bunda. Bunda kepala Vitri pusing, rasanya sakit seka...” mendengar segera Bunda Vitri bergegas membuka pintu kamar Vitri dan melihat Vitri sudah terbaring lemas dilantai
“ayah... ayah...”
Ketika tersadar Vitri bertanya pada Bundanya dia ada dimana. Bunda menjawab
“kamu tidak apa apa kok Nak, hanya saja Dokter menambahkan cairan ketubuhmu agar kamu tidak sering sakit. Kamu dirumah Sakit” Ayah tak kuasa melihat anak semata wayangnya sakit segini parahnya yaitu menderita leukimia, trombosit nya sangat rendah. Melihat Ayah keluar ibu menangis dan mencium tangan Vitri.
“Bunda ? ayah kok keluar ada apa? Bunda menangis?”
sambil menangis dan mencoba untuk menahan rasasedihnya Bunda berkata “tidak Vitri Bunda hanya kasihan melihatmu sakit. Oh mungkin ayah ada tugas mendadak dikantornya. Kan ayah sibuk sekali?”
“sesibuk apapun orangtua kalau anaknya sakit pasti rela cuti. Ayah enggak sayang sama Vitri” Vitri ngambek dengan ayahnya karena dalam pikirannya Ayahnya lebih mementingkan pekerjaannya daripada dia.
Diluar Ayah Vitri duduk disebuah kursi panjang didepan ruang Teratai VII tempat Vitri di rawat. Ayah menangis sedih tak lama Bunda menghampiri
“Ayah? Yah Vitri ngambek dengan ayah?”
“kenapa Bun?
“tadi Bunda bingung mau alasan apa ketika Vitri bertanya mengapa ayah keluar, Bunda menjawab mungkin ayahmu ada pekerjaan yang belum diselesaikan dikantor. Maafkan Bunda ya yah?”
“tidakapa-apa Bunda” kemudian bunda merebah dipundak Ayah Vitri. Terdengar suara Vitri Bunda segera tersadar dari tidurnya, ayah pun juga dan segera masuk kedalam
“Vitri.. Vitri bangun Nak!” bunda dan ayah berteriak kemudian ayah memanggil dokter. Segera Ibu menelfon teman Vitri satu persatu terutama Putra karena saat Vitri berbicara tanpa tersadar nama pertama yang dia sebutkan adalah Putra. Vitri berkata “Putra Putra.. teman-teman. Putra.. Bunda Ayah kalian semua dimana. Putra.....” saat dia tidak tersadar tadi
Saat itu jam menunjukkan pukul 01.05 teman-teman Vitri beserta orangtuanya masing-masing datang, guru-guru Vitrijuga datang semua
“sabar ya Jeng mungkin ini cobaan” para orang tua teman-teman Vitri berbicara begitu dan mereka saling mengobrol-ngobrol diluar karena dokter tidak mengizinkan satu orangpun masuk sebab kondisi Vitri sangat parah.
“Vitri anak yang sangat baik saya yakin dia akan sembuh” kata Bu Yos guru kesayangan Vitri.
“maafkan saya dan ayah Vitri telah menganggu kalian semua, menganggu tidur malam kalian” kata Bunda Vitri. Tiba-tiba Putra beserta Mama dan Papanya datang terlambat, Putra berlari karena ingin segera mengetahui keadaan Vitri.
“jangan Putra Jangan! Biarkan Vitri istirahat tidak ada yang boleh masuk” kata teman-teman Vitri yang lain sambil menangis histeris dan mencoba menahan Putra agar tidak masuk, mama dan papa Putra ikut menangis dan menyuruh Putra agar bersabar.
Dokter menyuruh kedua orang tua Vitri keruang Dokter sementara yang lain menunggu didepan ruang Teratai VII tempat Vitri di rawat. Tak lama bunda dan ayah Vitri muncul segera para orangtua, guru-guru Vitri teman-teman Vitri. Setelah itu Bunda menyanyakan yang namanya Putra, Putra menjawab “saya Putra?”
“ada hubungan apa kamu dengan anak saya?”
“maafkan saya Bu, saya tahu ini semua salah saya. Saya tahu bahwa Vitri tidak boleh berpacaran, tapi hati dan kekuatan cinta tidak bisa dipaksa. Vitri mencintai saya, saya pun lebih mencintainya”
“jadi kamu pacarnya Vitri? Tidak apa Nak, Vitri anaknya bisa membagi waktu saat dia harus smssan, bermain, belajar sholat, dan terimakasih kamu telah menjaganya.”
“maaf kan saya Bu. Ma Pa maafkan Putra, Putra tidak bilang ke Mama dan Papa”
“iya nak tidak apa”
“iya Putra tidak apa-apa sayang. Vitri kan anak yang baik”
Hari menjelang pagi namun Vitri tak kunjung sadar. Pukul 05.00 dini hari teman-teman Vitri pamit untuk pulang karena ingin bersekolah namun tidak dengan Putra, mama dan Papanya serta kedua orangtua Vitri sudah menyuruhnya pulang bukannya mengusir tapi menyuruh untuk bersekolah dan beberapa kali Putra mengatakan
“laki-laki macam apa aku? Aku sayang sama Vitri Ma, Pa, Tane, Om. Aku tidak ingin meninggalkan Vitri sebelum dia sadar dari keadaan kritisnya”
“Nak Putra, Bunda tahu, tahu sekali bagaimana perasaan Nak putra. Tapi Bunda leih tahu tentang Vitri, mungkin dalam tidurnya ini (kritis) Vitri ingin melihat Nak Putra selalu tersenyum dan tidak menangis pilu karenanya. Vitri anak yang kuat, dan Nak Putra anak yang bijak. Ayolah Nak sekolah agar Vitri senang melihat kamu semakin pintar. Dan jangan lupa doakan dia” setelah berbicara panjang lebar bermaksud untuk menyuruh Putra sekolah, pertama Putra masih mengelak, kedua dia masih saja mengelak dan ketiga dia mengatakan
“aku akan menjadi orang yang bijak, dan indah dimata Vitri. Tante, Om, Putra dan mama serta papa pulang dulu ya? Kabari Putra ini nomor ponsel Putra”
“Yah.. ?”
“iya Bunda”
“Bunda khawatir dengan keadaannya”
“sudahlah Bunda kita berdoa saja. Jangan sampai dia tahu tentang penyakitnya karena Ayah yakin Vitri adalah anak yang kuat. Percayalah istriku” kemudian ayah memeluk Bunda Vitri sambil meneteskan air mata
pukul 4.30 Vitri bangun dari tidurnya segera dia mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat dia membuka pintu kamar orangtuanya pelan-pelan, dilihatnya Bunda sedang mengaji dan ayah sedang berdzikir kemudian dia kekamar dan belajar.
“Nak sudah jam setengah enam, kamu sudah mandi?” kata Bunda Vitri dari luar pintu
“sudah Bunda. Bunda kepala Vitri pusing, rasanya sakit seka...” mendengar segera Bunda Vitri bergegas membuka pintu kamar Vitri dan melihat Vitri sudah terbaring lemas dilantai
“ayah... ayah...”
Ketika tersadar Vitri bertanya pada Bundanya dia ada dimana. Bunda menjawab
“kamu tidak apa apa kok Nak, hanya saja Dokter menambahkan cairan ketubuhmu agar kamu tidak sering sakit. Kamu dirumah Sakit” Ayah tak kuasa melihat anak semata wayangnya sakit segini parahnya yaitu menderita leukimia, trombosit nya sangat rendah. Melihat Ayah keluar ibu menangis dan mencium tangan Vitri.
“Bunda ? ayah kok keluar ada apa? Bunda menangis?”
sambil menangis dan mencoba untuk menahan rasasedihnya Bunda berkata “tidak Vitri Bunda hanya kasihan melihatmu sakit. Oh mungkin ayah ada tugas mendadak dikantornya. Kan ayah sibuk sekali?”
“sesibuk apapun orangtua kalau anaknya sakit pasti rela cuti. Ayah enggak sayang sama Vitri” Vitri ngambek dengan ayahnya karena dalam pikirannya Ayahnya lebih mementingkan pekerjaannya daripada dia.
Diluar Ayah Vitri duduk disebuah kursi panjang didepan ruang Teratai VII tempat Vitri di rawat. Ayah menangis sedih tak lama Bunda menghampiri
“Ayah? Yah Vitri ngambek dengan ayah?”
“kenapa Bun?
“tadi Bunda bingung mau alasan apa ketika Vitri bertanya mengapa ayah keluar, Bunda menjawab mungkin ayahmu ada pekerjaan yang belum diselesaikan dikantor. Maafkan Bunda ya yah?”
“tidakapa-apa Bunda” kemudian bunda merebah dipundak Ayah Vitri. Terdengar suara Vitri Bunda segera tersadar dari tidurnya, ayah pun juga dan segera masuk kedalam
“Vitri.. Vitri bangun Nak!” bunda dan ayah berteriak kemudian ayah memanggil dokter. Segera Ibu menelfon teman Vitri satu persatu terutama Putra karena saat Vitri berbicara tanpa tersadar nama pertama yang dia sebutkan adalah Putra. Vitri berkata “Putra Putra.. teman-teman. Putra.. Bunda Ayah kalian semua dimana. Putra.....” saat dia tidak tersadar tadi
Saat itu jam menunjukkan pukul 01.05 teman-teman Vitri beserta orangtuanya masing-masing datang, guru-guru Vitrijuga datang semua
“sabar ya Jeng mungkin ini cobaan” para orang tua teman-teman Vitri berbicara begitu dan mereka saling mengobrol-ngobrol diluar karena dokter tidak mengizinkan satu orangpun masuk sebab kondisi Vitri sangat parah.
“Vitri anak yang sangat baik saya yakin dia akan sembuh” kata Bu Yos guru kesayangan Vitri.
“maafkan saya dan ayah Vitri telah menganggu kalian semua, menganggu tidur malam kalian” kata Bunda Vitri. Tiba-tiba Putra beserta Mama dan Papanya datang terlambat, Putra berlari karena ingin segera mengetahui keadaan Vitri.
“jangan Putra Jangan! Biarkan Vitri istirahat tidak ada yang boleh masuk” kata teman-teman Vitri yang lain sambil menangis histeris dan mencoba menahan Putra agar tidak masuk, mama dan papa Putra ikut menangis dan menyuruh Putra agar bersabar.
Dokter menyuruh kedua orang tua Vitri keruang Dokter sementara yang lain menunggu didepan ruang Teratai VII tempat Vitri di rawat. Tak lama bunda dan ayah Vitri muncul segera para orangtua, guru-guru Vitri teman-teman Vitri. Setelah itu Bunda menyanyakan yang namanya Putra, Putra menjawab “saya Putra?”
“ada hubungan apa kamu dengan anak saya?”
“maafkan saya Bu, saya tahu ini semua salah saya. Saya tahu bahwa Vitri tidak boleh berpacaran, tapi hati dan kekuatan cinta tidak bisa dipaksa. Vitri mencintai saya, saya pun lebih mencintainya”
“jadi kamu pacarnya Vitri? Tidak apa Nak, Vitri anaknya bisa membagi waktu saat dia harus smssan, bermain, belajar sholat, dan terimakasih kamu telah menjaganya.”
“maaf kan saya Bu. Ma Pa maafkan Putra, Putra tidak bilang ke Mama dan Papa”
“iya nak tidak apa”
“iya Putra tidak apa-apa sayang. Vitri kan anak yang baik”
Hari menjelang pagi namun Vitri tak kunjung sadar. Pukul 05.00 dini hari teman-teman Vitri pamit untuk pulang karena ingin bersekolah namun tidak dengan Putra, mama dan Papanya serta kedua orangtua Vitri sudah menyuruhnya pulang bukannya mengusir tapi menyuruh untuk bersekolah dan beberapa kali Putra mengatakan
“laki-laki macam apa aku? Aku sayang sama Vitri Ma, Pa, Tane, Om. Aku tidak ingin meninggalkan Vitri sebelum dia sadar dari keadaan kritisnya”
“Nak Putra, Bunda tahu, tahu sekali bagaimana perasaan Nak putra. Tapi Bunda leih tahu tentang Vitri, mungkin dalam tidurnya ini (kritis) Vitri ingin melihat Nak Putra selalu tersenyum dan tidak menangis pilu karenanya. Vitri anak yang kuat, dan Nak Putra anak yang bijak. Ayolah Nak sekolah agar Vitri senang melihat kamu semakin pintar. Dan jangan lupa doakan dia” setelah berbicara panjang lebar bermaksud untuk menyuruh Putra sekolah, pertama Putra masih mengelak, kedua dia masih saja mengelak dan ketiga dia mengatakan
“aku akan menjadi orang yang bijak, dan indah dimata Vitri. Tante, Om, Putra dan mama serta papa pulang dulu ya? Kabari Putra ini nomor ponsel Putra”
Disekolah
Putra merasa sangat teriris sekali hari ini.dia tak dapat berkonsentrasi dalam
belajar. Saat istirahat tiba beberapa teman Putra mengajaknya untuk kekantin
namun semua ditolaknya. Kemudian datanglah geng-geng putra yang terdiri dari
(Surya, Dimas, Arda, Temmy, Qen, Citra, Sora, Bulan, dan juga Netta) namun
tetap Putra menolaknya
“Putra jangan membuat kita semakin sedih, siapa coba yang tidak sedih jika ada sahabatnya yang sakit? Aku tahu bagaimana perasaan mu. Kita harus mendoakannya bukan malah menangisinya yang membuat Vitri semakin sedih. Dan tidak punya semangat” kata Bulan bijak
“tapu Bulan?” jawab Putra lemas sembari menangis
“sudahlah Putra kita semua sebagai sahabatnya juga sedih. Jadi kamu tidak boleh terlalu mendalami kesedihanmu ada kita yang selalu mensupportmu dan juga Vitri” kata Citra
“kita juga sama-sama merasakan kesedihan itu” selang Surya dan Dimas
“iya Putra, lebih baik kita sholat bagaimana” kata Sora
“setuju deh sama kamu” jawab Qen centil
“cowok kok centil” bantah Netta karena didalam geng tersebut Netta dan Qen layaknya orang yang tertukar jiwa. Netta cewek namun tomboy, Qen yang cowok malah lagaknya seperti cewek.
“Putra jangan membuat kita semakin sedih, siapa coba yang tidak sedih jika ada sahabatnya yang sakit? Aku tahu bagaimana perasaan mu. Kita harus mendoakannya bukan malah menangisinya yang membuat Vitri semakin sedih. Dan tidak punya semangat” kata Bulan bijak
“tapu Bulan?” jawab Putra lemas sembari menangis
“sudahlah Putra kita semua sebagai sahabatnya juga sedih. Jadi kamu tidak boleh terlalu mendalami kesedihanmu ada kita yang selalu mensupportmu dan juga Vitri” kata Citra
“kita juga sama-sama merasakan kesedihan itu” selang Surya dan Dimas
“iya Putra, lebih baik kita sholat bagaimana” kata Sora
“setuju deh sama kamu” jawab Qen centil
“cowok kok centil” bantah Netta karena didalam geng tersebut Netta dan Qen layaknya orang yang tertukar jiwa. Netta cewek namun tomboy, Qen yang cowok malah lagaknya seperti cewek.
Sepulang
sekolah geng-geng Vitri atau Putra janjian untuk menjenguk Vitri dirumah sakit,
namun mereka semua pulang dulu untuk pamitkepada orangtua, makan dan juga ganti
baju. Semua sudah terkumpul tinggal menunggu Temmy datang tak lama Temmy datang
dan mereka segera berangkat menuju rumah sakit menaiki taksi.
sesampainya disana mereka langsung keruang Teratai VII tempat Vitri dirawat. Dokter hanya mengizinkan satu persatu orang masuk, disana terdapat banyak sekali teman-teman ayah Vitri. Putra masuk duluan sebelum teman-temannya, namun Putra hanya melihat Vitri terbaring lemas sudah tidak mengenakan cairan juga pendeteksi jantung. Dia seperti orang yang tertidur
“Vitri kamu sudah sembuh? Vitri kamu tidur ya, Vitri bangun Vitri bangun.....” kata Putra sambil menitikkan airmatanya dipipi Vitri yang tampak diam membisu. Diluar terdegar suara tangisan histeris dari orang-orang yang disayangi Vitri, Putra sempat kaget mendengar tangisan tersebut. Kemudian dia mencium tangan Vitri dan keluar. Dilihatnya teman-temannya menangis histeris dan keduan orang tua Vitri saling berselanjar dan menangis, orangtua yang lain mencoba menenangkan hati kedua orang tua Vitri namun mereka tak kunjung berhenti menangis. Putra semakin bingung dilihatnya Surya, Dimas, Arda, dan Temmy menangis sambil memukul-mukul tembok seperti orang yang sangat menyesal, dan Qen tergeletak dilantai sambil menangis. Sementara yang cewek sambil encoba menahan tangisnya mendekat ke Putra diikuti juga dengan Surya, Dimas, Arda, Temmy, dan Qen.
“Putra sabar ya? Mungkin ini cobaan Tra...aku yakin kamu bisa” tutur Bulan, tanpa menjawab Putra perlahan meneteskan airmatanya dan terdiam seakan suasana menjadi hening. Kemudian Putra menjerit. “tidak.. ini tidak mungkin..”
tangisan itu muncul kembali dan kemudian datang dua suster membawa Vitri kekamar jenazah. Sebelum dibawa kekamar jenazah semua sempat melihat Vitri dan menangis histeris.
sesampainya disana mereka langsung keruang Teratai VII tempat Vitri dirawat. Dokter hanya mengizinkan satu persatu orang masuk, disana terdapat banyak sekali teman-teman ayah Vitri. Putra masuk duluan sebelum teman-temannya, namun Putra hanya melihat Vitri terbaring lemas sudah tidak mengenakan cairan juga pendeteksi jantung. Dia seperti orang yang tertidur
“Vitri kamu sudah sembuh? Vitri kamu tidur ya, Vitri bangun Vitri bangun.....” kata Putra sambil menitikkan airmatanya dipipi Vitri yang tampak diam membisu. Diluar terdegar suara tangisan histeris dari orang-orang yang disayangi Vitri, Putra sempat kaget mendengar tangisan tersebut. Kemudian dia mencium tangan Vitri dan keluar. Dilihatnya teman-temannya menangis histeris dan keduan orang tua Vitri saling berselanjar dan menangis, orangtua yang lain mencoba menenangkan hati kedua orang tua Vitri namun mereka tak kunjung berhenti menangis. Putra semakin bingung dilihatnya Surya, Dimas, Arda, dan Temmy menangis sambil memukul-mukul tembok seperti orang yang sangat menyesal, dan Qen tergeletak dilantai sambil menangis. Sementara yang cewek sambil encoba menahan tangisnya mendekat ke Putra diikuti juga dengan Surya, Dimas, Arda, Temmy, dan Qen.
“Putra sabar ya? Mungkin ini cobaan Tra...aku yakin kamu bisa” tutur Bulan, tanpa menjawab Putra perlahan meneteskan airmatanya dan terdiam seakan suasana menjadi hening. Kemudian Putra menjerit. “tidak.. ini tidak mungkin..”
tangisan itu muncul kembali dan kemudian datang dua suster membawa Vitri kekamar jenazah. Sebelum dibawa kekamar jenazah semua sempat melihat Vitri dan menangis histeris.
Tak lama
jenazah Vitri dibawa pulang dan dimakamkan. Setelah semua pergi tinggallah
Putra seorang diri sambil mendoakan Vitri.
Selasa, 05 Maret 2013
Love Story - Takdir Cinta
Love Story
Takdir
Cinta
Karya : Devi Nur Safitri
Gubrak!
Suara pintu terbuka
Siska segera masuk kekelas,
tak seperti biasanya Siska berangkat pagi. Setelah meletakkan tas dia dan teman-temannya segera pergi ke Mushola
untuk melaksanakan sholat dhuha .Selesai
sholat Duha, saat endak memakai sepatu Siska melihat SomeOnenya
yang hendak akan kekelas juga. Bergegas dia memakai sepatu dan segera mengajak
temannya dengan sangat buru-buru.
Saat akan menaiki tangga salah seorang siswa menabrak
Siska,kemudian datanglah cowok keren menghampiri dan menolong Siska, sementara
someOne Siska hanya cengang melihatnnya kemudian pergi meninggalkan Siska,
cowok keren itu dan juga teman-teman Siska. Cowok yang tampak keren ialah
sahabat Siska. “kamu nggak pa-pa? Hati-hati!” kata Cowok itu kemudian ia
pergi, “eh.. Satria, makasih ya” teriak Siska, kemudian Satria menoleh dan
menggangguk, yang artinya mengiyakan.
Sampai didepan pintu, Tio mengampiri Siska “emm.. ada yang
sakit?”, ditanya seperti itu Siska
cuek-cuek saja, karena mereka berdua lagi berantem (salah Paham). Kemudian Tio
pergi meninggalkan Siska, mungkin ia merasa sakit(Galau) digituan sama Siska.
Siska pun segera duduk dibangkunya. Saat itu jam pertama kosong, karena gurunya
ada rapat. Teman-teman Siska sedang sibuk sendiri karena merekasenang sekali
ada jam kosong, sementara Siska dia hanya bermain Laptop dan melamun karena
banyak masalah.
Salah seorang temannya yaitu Cika, Risma dan Izza menyalakan
lagu POP yang galau-galau karena hari itu banyak yang galau. :D J
Tiba-tiba air mata Siska menetes dengan sendirinya setelah mengingat
kejadian semalam, saat ia bertengkar dengan Tio gara-gara kesalah pahaman
dengan Satria. Teman-teman Siska berusaha menghibur Siska namun Siska mencoba untuk menyembunyikan wajahnya (menunduk)
dan mengela.
Satria ia adalah cowok yang lumayan keren, baik, lucu, dan
banyak yang bilang Satria itu Playboy. Benarkah ?
Saat itu anak-anak cowok yang biasanya heboh main bola ketika
jam kosong, mereka malah nyantai-nyantai saja tak beda yang sedang dilakukan
oleh Satria dan Tio. Satria sedang sibuk
dengan status-status galaunya di Facebook, namun Tio berbeda, dia malah sibuk
dengan kain batik yang hendak dikumpulkan besok dengan Hilmi
“AKU TLAH HANCUR, LEBIH DARI BERKEPING-KEPING AKU MENCOBA TAK
MENGINGATMU TAK MENGENALMU” teriak Siska yang sedang bernyanyi, karena dia sedang
galau, “Siska Siska :D hahaha ..” kata teman Siska menertawakannya. Kemudian
dia ikut main dengan teman-temannya, saat mau bertanya dengan Cika, Siska
melihat Cika sedang menganis “loh Cika
kamu kenapa?” kata Siska tak mengerti, “enggak” jawab Cika tersedu-sedu.
Datanglah Risma meghampiri “Siska.. Cika itu lagi Sedih, dia habis
berantem”,”oh.. sama itu ya?” tanya Siska ke Cika, Cika hanya mengangguk
mengiyakan. Saat itu kebetulan Siska membawa tissu, dia mengulurkannya untuk
Cika, lewatlah Satria didepannya “cieh.. Siska, sok romantis. Hahaha :D”, “Satria
apaan si :p wlekkk” ejek Siska. “hahahaha :D” balas Satria kemudian pergi.
“Siska sini!” ajak Rizka. Siska pun kemari, kemudian Rizka memberi kan selembar kertas yang
bertuliskan “MAAFKAN AKU SISKA”. Sekilas membaca Siska melihat ke arah Tio,
sepertinya Tio biasa-biasa saja. Terus dari siapa lembaran ini ? gumam Siska
penuh tanda tanya besar.
Sudah 4 jam pelajaran kosong, saatnya istirahat. “Ayokk
Istirahat” teriak ketua kelas mengajak... “Ready” jawab siswa serempak J seruuu. Semua anak pergi kekantin,
tiba disana ssssssssrrrtt.. satria menarik tangan Siska. “heh!Satria kamu
jangan gitu toh! Ada Tio itu loh, mereka itu sedang berantem” kata Tiar. Satria
tak segera melepaskan tangan Siska, namun ia malah menariknya, datanglah Tio
“lepaskan!”, “ini bukan urusan loe ya?” teriak Satria. “Siska itu pacar gue
bukan pacar loe, dan asal loe tau semalem dan hari ini juga kita bertengkar gara-gara loe, loe itu benar-benar
ganjen ya ? PLAYBOY. Gak jentel:@. Katanya sahabat “ Tio mulai emosi dan
menarik tangan Siska, “aduh sakit tauk, kalian berdua apa-apain sih?” Siska
melepaskan tangannya dari Tio. Sejenak suasana di kantin hening, “Bikin malu
aja, berantem jangan disini” marah Siska ke Tio dan Satria. Kemudian Siska pergi diikuti dengan teman baiknya yaitu Rizka, Cahya, Daffa.
Jam terakhir pelajaran, saat itu ada tugas yaitu presentasi.
Wajah Siska tampak pucat dan lemas “kamu kenapa Siska, sakit?”, “oh enggak Bu,
cuman tadi habis kaget aja” jawab Siska bohong,sesaat suasana menjadi hening,
“kaget? Oh ya sudah, kamu kelompok keberapa?”, “ke-2 Bu” jawab Siska masih
lemas.
“ya sudah kamu nggak
usah ikut!”kata Bu Guru
“Trimakasih Bu..” jawab Siska kemudian menunduk
Selesai pelajaran, semua siswa bergegas untuk keluar, namun
Siska masih didalam merapikan buku-buku. “ini bukumu jatuh” Kata Satria sambil memberikan
bukunya, kulihat Tio juga masih dikelas, dia hanya melihat Satria memberikan
buku kepadaku :gumam Siska. Setelah Satria pergi, Tio menghampiri Siska, Siska
berusaha mengelak namun Tio tetap menahannya. “Cieh...” teriak teman-teman
Siska dan Tio dari Luar, Satria langsung meninggalkan kelas itu “dasar Satria playboy,
pergi sana ! huh..” kata Cahya sambil ketawa.
“aku mau pulang” kata Siska
“temenin aku sebentar aku mau ngomong” kata Tio berusaha
menahan agar Siska tidak pulang
“gak bisa, aku harus pulang” Siska tetap mengelak
“maafkan aku Siska, aku gamau kita bertengkar lama-lama hanya
gara-gara Satria, dia itu Playboy, gak
jentel pula. Kamu sudah tahukan sekarang?”. Sebenarnya Siska masih tidak
percaya, namun setelah dijelaskan panjang lebar mengenai Satria, Siska baru percaya
jikalau Satria itu memang cowok yang Playboy, dia sudah menyukai temannya,
namun tetap ganjen saja dengan cewek lain.
“aku juga minta maaf ya Tio?” menatap mata Tio yang seakan
akan menjatuhkan air mata.
“sungguhkah itu Siska? :o Alhamdullilah .. aku slalu
memaafkan kamu J (so sweet
:D)” kata Tio dengan perasaan yang sangat gembira, hingga dia terharu dan
menjatuhkan air mata
“ini aku ada tissu! Ayok kita pulang!” setelah memberikan
selembar tissu, Siska mengajak Tio pulang.
Sesampai
dirumah, ponsel Siska berdering ternyata sms dari Satria “maafkan aku Siska,
aku sudah membuat kalian bertengkar, aku ini tidak pantas menjadi sahabatmu,
aku hanya cowok yang cupu, gak gentle, ganjen dll. Maafin aku ya? Kurasa sampai
disini saja kita bersahabat. Semoga kau dan Tio bahagia” karena merasa telah
dihianati oleh sahabatnya sendiri Siska masih marah, dan tidak membalas sms
dari Satria.
Kemudian Siska merentang diranjang, tit tit tit..ponsel Siska
berbunyi, ternyata telfon dari Satria. “Maaf mengganggu ini Nak Siska bukan?”
suara orang tua yang sepertinya itu orang tua Satria. “iya, ini siapa?” Tanya Siska. “ini saya bundanya Nak
Satria, pulang sekolah tadi satria mengalami kecelakaan dan sekarang dia telah
tiada. Sebelumnya ia hanya berpesan, bahwa dia sangat menyukai nak Siska.” Kata
bunda Satria sambil menangis. “apa? :O” Siska sangat shok mendengar nya, karena
baru 10 menit sebelumnya Satria mengirim pesan singkat ke Siska. Ternyata itu
adalah kata-kata terakhir untuk Siska dari Satria.
Sampai dirumah Satria, Siska
segera turun dari mobil dan menangis mendekati bunda Satria, disana sudah ada
banyak teman-teman Siska, Tio pun sudah kesana . “Sudah Siska, maafin aku ya
Sis, tadi aku sudah jahat sama sahabatmu , aku merasa sangat bersalah L dan maafin aku juga aku tidak langsung mengabarimu
karena aku takut kamu kenapa-napa “ kata Tio sambil memegang erat tangan Siska
dan Tio pun menangis. “ini bukan salahmu, semua ini juga salahku, aku
menyesalllll.. :’( Satria bangun Satria… “teriak Siska sambil menangis hiteris,
teman-teman Siska ikutan menangis histeris. :’(
Siska,
Tio dan teman-teman mengantar Satria sampai peristirahatan terakhir. Setelah
semua pulang tinggal Siska dan Tio mereka berdua membacakan doa untuk Satria,
saat pulang Siska terasa masih ada Satria didekatnya dan memberikan senyuman
terakhirnya
Gadis Bermata Biru
Gadis
Bermata Biru
Karya : Devi Nur Safitri
Karya : Devi Nur Safitri
Kini Laura memiliki tetangga baru
yang kelihatannya mereka orang kaya, karena terlihat beberapa truk besar mondar
mandir membawa barang barang yang mewah mewah. Ada piano berukuran besar, ada
patung barbie berwarna pink, ada almari boneka beserta bonekanya, dan alat alat
lain untuk rumah tangga maupun tidak. Saat itu Laura melihat ada anak yang
sepertinya seumuran dengannya, rambutnya panjang lurus, berwarna hitam agak
pirang, kemudian matanya berwarna biru. Sepertinya dia anak bule (luar negeri),
saat hendak menghampirinya kemudian gadis itu masuk kerumah dengan diikuti
beberapa pembantunya (baby sister) dan ia membawa boneka taddy Bear berwarna
soft pink, saat Laura melihatnya gadis itu malah mengabaikan Laura.
Laura berfikir dia adalah gadis
yang sombong, saat kejadian itu tiap melihat gadis itu Laura juga langsung
menjauh bahkan dia juga langsung masuk rumah. Sore itu Laura sedang asyik
bermain dengan teman-temannya diteras rumahnya yang sangat rindang itu.
Kemudian Laura melihat gadis itu, gadis itu bernama Berlian. Segera Laura
mengajak teman-temannya masuk kerumah dan menceritakan kejadian yang dialami
Laura saat pertamakali bertemu gadis itu. “jangan berprasangka buruk Laura,
mungkin karena dia belum kenal denganmu, makanya dia bersifat seperti itu padamu”
kata Sari sahabat Laura. Di tegur seperti itu fikiran Laura terhadap gadis itu
malah bercampuran, perasaannya tak menentu.
Sutau hari Laura melihat gadis itu
memainkan sebuah piano di dekat jendela rumahnya. Terlihat dari luar sangat elok,
jelantik jari-jarinya bermain dengan lemah gemulai, rambutnya terurai panjang
kebelakang dan gadis itu juga mengangguk lembut sesuai dengan irama lagunya.
Namun setelah mengingat kejadian yang pertama kali bertemu dengan Berlian Laura
segera masuk rumah, suara pintu yang tertutup sangat keras terdengar oleh
ibunya kemudian dari dapur Ibu segera menghampiri Laura. “kenapa nak belakangan
ini kamu sering mengurungkan diri dirumah, kan ada berlian dia tetangga baru
kita seharusnya kamu ajak dia bermain!” kata Ibu laura lembut dengan mengelus
rambut Laura dengan penuh kasih sayang.
“ajak bermain? Boro-boro bu, ku
hampiri saja dia langsung masuk kedalam rumah sambil matanya melihatku sekilas
dengan lirik tak suka.” Kata laura kesal kemudian menangis. “sudah nak jangan
menangis” kata ibu mencoba menghibur Laura. “dia itu gadis sombong” Laura mulai
marah kemudia masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. “astagfirullah anakku,
tak pernah kau seperti itu seumur hidupmu, ibu baru mengetahuinya, ya sudah
Laura kamu tenang jangan menangis” kata ibu didepan pintu kamar Laura.
Waktu menunjukkan pukul 4 sore,
dengan muka gersang laura membuka pintu kamarnya dan segera mandi. Selesai itu
dia mendekat pada ibunya yang sedang membuat kue. “ibu maafin Laura tadi ya”
kata laura manja terhadap ibunya. “iya nak, kamu mau bantu ibu?” kata ibunya
lembut. Laura segera membantu ibunya selesai itu ibu menyuruh Laura mengantar
kue-kue ini ke tetangga tetangga. “tapi Bu. Laura tidak mau mengantar kue ini
dirumah Bu Katty” dengan lembut Laura menolak. “katamu kamu ingin ditemanin
oleh Berlian, anak Bu katty, kamu coba kesana, mungkin dia tak bermaksud
seperti itu denganmu. Ayolah nak, coba saja!” pinta ibu Laura. Dengan wajah
yang lesu Laura megiyakan pinta ibunya untuk mengantar kue ini ke Berlian.
Sesampai didepan rumah Berlian yang
sangat mewah dan megah itu Laura segera memencat tombol bel rumah yang berada
di samping pagar hitam yang menjulang tinggi. Kemudian terdengar dari speaker
luar “silahkan masuk”. Dengan sangat tidak yakin dan sangat pelan Laura membuka
pagar dengan pelan-pelan dan dia sedang melihat Berlian bermain di ayunan depan
rumahnya dengan boneka-bonekanya. “hay, ini ada sepotong kue buatan ibuku.
Ambil!” dengan ramah dan gugup Laura mencoba berbicara dengan Berlian, namun
apa sifat Berlian. Berlian malah lari kedalam rumah dan memanggil pembantunya.
“ini ada sepotong kue dari ibu saya mbak” kata Laura pelan kepada pembantu
Berlian. “terimakasih” balas orang itu dengan memakai baju dress panjang
berwarna hijau, dan di pundak membawa lap dapur.
Kini hati laura sangat sakit dengan
digitukan oleh Berlian. Ibu Laura segera menghibur Laura dan menyuruhnya agar
tidak berprasangka buruk, dengan lapang dada Laura mencoba menenangkan diri. Hari
ini hari Jum’at laura berangkat sekolah agak pagi, saat berpamitan dengan ibu
Laura melihat sebuah mobil mewah yang mengantar Berlian sekolah, melaju
melewati depan rumahnya. Berlian bersekolah disekolahan terbaik di daerah
Jakarta, sementara Laura dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan Laura hanya
bersekolah disekolahan biasa, namun prestasinya juga tidak kalah dengan sekolah
sekolah yang lebih terkenal.
Sepulang sekolah lagi-lagi Laura
melihat Berlian, Laura segera masuk kerumah dia tidak mau hatinya tersakiti
lagi. Saat itu di depan komplek sedang terlintas kakek tua yang sepertinya dia
peminta-minta (pengemis). Dengan iba Laura melihat kakek itu, tiba-tiba dia
teringat bahwa dia memilikiselembar uang limaribu didalam kotak pensilnya
bergegas Laura masuk kerumah kemudian mengambil uangnya namun saat membuka
kotak pensilnya Laura terkejut karena dia tidak menemui uang sisa jajannya
dikotak pensil, Laura membongkar seluruh isi tasnya sambil membuka-buka
bukunya, buku terakhir yang belum dibuka yaitu Buku tulis bersambul plastik
oren lalu Laura membukanya ternyata benar uang limaribu nya ada di sampul
plastik dalam dibuku Bahasa Indonesia itu.
Segera Laura lari menuju kedepan,
karena Laura tak ingin kakek laki-laki itu pergi, Laura sangat terkejut setelah
melihat Berlian didepan rumahnyamemberika sebuah bingkisan Plastik yang
berwarna putih yang ukurannya lumayan besar sepertinya itu bekal makanan. Laura
tetap mendekat walaupun Laura belum bisa memaafkan Berlian karena sifatnya
kedia yang sangat dingin. Laura memberikan selembar uang itu kepada kakek,
kakek itupun pergi meninggalkan Laura dan berlian lama kelamaan kakek itu
menghilang atau tak nampak lagi. “kasihan ya kakek itu” suara lirih dari
Berlian pun akhirnya muncul, Laura sungguh kaget dan tak menyangka Berlian
bertanya kepadanya sebenarnya Laura senang Berlian bertanya padanya walupun
hatinya masih terasa sakit dengan sifat Berlian sebelumnya. “iya, kasihan
sekali ya?” balas Laura balik tanya.
Dua minggu berlalu baru hari ini
Laura bisa berbicara langsung dengan Berlian, kemudian Berlian tersenyum kepada
Laura dan berlari kecil menuju pagar, sebelum pagar ditutup oleh Satpamnya
Berlian memandang Laura dengan tersenyum manis Laura membalas dengan
melambaikan tangannya. Laura sangat senang sekali hari itu.
Suatu sore hari datanglah baby
sister Berlian dengan Berlian datang kerumah Laura, kedatangan berlian sangat
istimewa bagi Ibu Laura apalagi Laura. Ternyata setelah cerita panjang lebar
mengenai Berlian , baby sisternya juga mengatakan bahwa Berlian itu tidak
sombong namun dia sangat pemalu. Kemudian Laura tersenyum gembira melihat
Berlian yang sedang bermain boneka dengannya, “Laura, Berlian sini nak!” suruh
Ibu Laura kepada Laura dan Berlian yang sedang asyik bermain boneka dibawah.
“sekarang kalian berdua berteman yang baik ya? Jangan bertengkar, Laura anakku
jangan sesekalipun kamu berfikiran buruk kepada orang lain, sebenarnya Berlian
itu bukan sombong hanya dia pemalu” tegur ibu Laura dengan lembut sehingga
Berlian merasa sangat tersipu.
“baik Bu, maaf ya Berlian?” Laura berjabatan
tangan dengan Berlian, “iya Laura” jawab berlian lirih karena memang dia
anaknya lemah gemulai, mata birunya memancarkan cahaya yang indah dan raut
wajahnya sangat elok. Dan akhirnya Laura , Berlian, Ibu Laura dan baby sister
Berlian tertawa mendengar tuturan Laura yang suka bercandaan. Akhirnya mereka
pun menjadi sahabat.
Gadis Lincah
Gadis Lincah
By : Devi Nur Safitri
Dia terkenal
dengan senyuman khasnya yang sangat manis, keramahan dan kecuekannya kepada
cowok, jika banyak yang mengaguminya itu sangat wajar walaupun dia tidak
terlalu cantik namun senyumannya dapat meluluhkan hati seseorang setiap melihat
tingkah dan senyumnya. Banyak yang mengaguminya cowok ataupun cewek namun jika
yang mengagumi ada beberapa cowok mereka hanya bisa mengaguminya dari jauh
karena nanti ada yang marah alias gadis ini sudah ada yang punya (punya pacar).
Beberapa cowok dikelas ada yang tak suka dalam artian tak suka sifatnya yang
agak centil dan terlalu lebay, sedikit crewet juga . Namun gadis ini tak
mengambil hati jika diejek karena dia selalu tersenyum dan menerima pendapat
orang lain. “seandainya aku jadi Rey pasti akan aku pandangi terus Vita yang
cantik,lugu, cerewet dan manis” hampir setiap cowok yang melihat Vita
membicarakan itu. Banyak gadis-gadis cantik disekolah Vita namun mereka sombong
dan cueknya minta ampun.
Kebetulan sore nanti sepulang sekolah ada les kursus Fisika
jadi semua murid kelas 8M tidak pulang karena mereka langsung kursus.
Sepulang sekolah, “Vita pulang
bareng ya? Soalnya bundaku ndak bisa jemput aku, eh maksudku ketempat kursus
bareng, aku yang boncengin kamu” tanya Rey sambil memakai sepatu. “iya” jawab
Vita singkat karena susah menali sepatunya
“dasar anak kecil, manja! Sini
aku taliin biar cepet!” tawar Rey kepada Vita, “hay Vita manis, perlu bantuan
mau pulang ya?” sapa kakak kelas dan cowok-cowok lain.
Ditanya seperti itu Vita cuek
karena dia males dengan cowok-cowok lagian juga ada Rey teman dekat Vita.
“huftttt.. sabar Rey, cepet!” Rey menghembus nafas dalam-dalam karena
sebenarnya dia sangat cemburu, kemudian dia memasang tali sepatu Vita dengan kasar.
“Vita aku pulang dulu ya? dadaaaaaaaaaaaa” sapa teman-teman Vita. “iya Girls”
balas Vita.
Setelah itu Vita dan Rey menuju
keparkiran sepeda, “surat apa ini?” tanya Rey kepada Vita karena dikeranjang
Vita terdapat amplop berwarna pink yang kelihatannya itu surat cinta . “mmm
ndak tau buang aja” balas Vita cuek karena dia takut Rey marah ketika membaca
surat itu
“cuek banget, aku nggak suka,
jangan mentang-mentang” tegas Rey, “iya deh maaf, ya udah baca aja!” suruh
Vita.
|
Hay Vita,
Vita, Rey itu begitu beruntung bisa
mendapatkanmu, gadis baik, manis, lucu dan lain. Kapan aku bisa
mendapatkanmu
Sudah 2 tahun aku mengagumimu, dari jauh pun aku
selalu memerhatikanmu, semoga kau cepat-cepat tahu siapa aku?
By : pengagum rahasiamu
|
Selesai membaca lagi-lagi Rey
menghela nafas panjang, perasaan Rey campur aduk karena memikirkan fans-fans
Vita. Sementara Vita, dia memang cuek tapi bukannya shok , dia males mengurusi
semuanya karena hanya Rey yang disukainya.
“marah?” tanya Vita pelan. “nggak,
hanya saja cemburu, ayok cepat naik!” jawab Rey agak jengkel.
Vita pun segera naik kesepedanya
dan rey memboncengkannya. Sampai ditempat kursus Rey segera mencari tempat yang
tepat untuk memakir sepeda Vita, Vita pun menunggu Rey.
“ciehhhhhhhhhhh.. so sweet
banget” kata chibi dkk, “aku cemburu pokoknya” kata Ditra sahabat Vita
Vita tak menjawab hanya saja
dia tersenyum. Kemudian secara tiba-tiba Rey menggandeng Vita, perasaan Vita
dag dig dug keringat bercucuran dari keningnya. Dengan tersipu malu Vita duduk
disamping Rey karena kebetulan juga hari ini kursus untuk Fisika adalah praktek,
dan Vita kebetulan beranggotaan dengan Rey juga.
Praktek fisika tersebut memang konsepnya agak kotor-kotor
karena menggunakan batu bara hitam sebagai bahannya. “hey Vita sayang......”
lagi-lagi teman-teman Vita yang cowok menggodanya. “nggak nggak Rey jangan
marah, kita just kidding” lanjutnya, “ tapi aku beneran” kata Ditra yang
membuat Vita sangat kaget
“Ditra kan sahabatku, tapi
surat yang dikeranjangku tadi kok mirip tulisannya Ditra ya? Ahh nggak mungkin”
gumam Vita tak menentu.
“heh!” kata Rey pada Ditra
kemudian Rey tersenyum saja.
10 menit lagi jam kursus Fisika
selesai, semua sudah berkemas untuk persiapan pulang, saat hendak mengambil
tissu didepan Chibi tiba-tiba srettttttttt.. Ditra menabarak Vita dengan tidak
sengaja, kemudian menolong Vita kejadian itu tidak diketahui oleh Rey karena
dia sibuk dengan tas Vita yang talinya putus. “maaf.... oh ya kamu sudah baca
suratku tadi?” kata Ditra lirih, “apa? Itu kamu” jawab Vita yang masih
dipangkuan tangan Ditra kemudian Rey datang menghampiri Vita “berdiri! Ada yang
sakit?” tanya Rey pada Vita agak kasar “ enggak kok, maaf ya tadi nggak sengaja
jangan marah!” kata Vita , “ya” jawab Rey singkat kemudian meninggalkan Vita.
Semua boleh pulang, Rey tidak pulang bersama Vita karena Rey
sudah dijemput oleh ayahnya yang baru pulang kerja. “dadaaaaa Vita sayang,
hati-hati dijalan pulang sama Tommy aja!” kata Rey tertawa, “iyalah terus sama
siapa lagi?” goda Vita. “jangan sama Ditra, awas kamu, sudah la pulang Tommy
udah didepan!” Rey memberitahu “yayayaya Bebeb bawel” kata Vita malu-malu
karena memanggil Rey seperti itu dengan kilaf. “dasar pemalu, sudah buruan
lemot!” ejek Rey “jahat! OKE BOSS” jawab Vita semangat.
Diperjalanan Vita dan Tommy diam-diaman dan sepertinya mereka
tak saling menganggap jika mereka pulang berduaan. Tommy anaknya pendiam, lugu,
agak nakal sementara Vita anaknya cueknya minta ampun sama cowok jadi mereka
berdua diam saja. Ketika melewati perbatasan lalu lintas dari belakang
terdengar bunyi speaker sepeda, saat melihat kebelakang Tommy dan Vita kaget
karena ada Ditra yang boncengan dengan Tama. Tama adalah gadis kaya, cantik
tapi sombong , dia juga terkenal Playgirls nya jadi kalau digabung dengan Ditra
sangat cocok karena Ditra terkenal dengan Playboy nya tapi dia sebenarnya baik,
dan penyayang cewek. Banyak cewek yang menyukainya bahkan Vita dulu pernah suka
kepada Ditra sebelum jadian sama Rey.
“heh Vit, hati-hati nanti Rey marah loh. Dan Loe Tommy jangan
macam-macam sama Vita” teriak Ditra kemudian mendahului Vita dan Tomyy, karena
sama-sama lugu dan agak cuek Vita dan Tommy tidak menanggapi omongan Ditra.
Sesampai dirumah Vita segera membuka
hpnya, ternyata terdapat beberapa panggilan
tak terjawab dan beberapa pesan baru, itu semua dari Rey yang selalu
menghawatirkannya. Namun Vita tak langsung membalas pesan dari Rey dia malah
duduk di sofa kamarnya dan merenungkan saat dia jatuh ditempat kursus tadi dan
Ditra menolongnya dan kemudian Ditra bertanya padanya mengenai surat yang ada
dikeranjang sepeda Vita. (kenapa ya dulu sewaktu aku suka sama Ditra, Ditra tak
pernah menghiraukan aku . dia selalu dengan Tama yang sangat membuat aku
cemburu dan saat itulah aku dingin dengan cowok karena aku bukan cewek murahan,
perasaanku tidak menentu setiap aku melihat Ditra apalagi tadi sewaktu dia
berboncengan dengan Tama si Nenek Sihir) Renung Vita kemudian dia menghela
nafas panjang-panjang dan segera bersih-bersih diri selesai itu dia mengambil
handphonenya “haduh.. Rey telfon aku mulu nih, astaga! Aku sms aja” Vita lupa
jikalau dia belum membalas sms Rey ataupun mengangkat telefon dari Rey, karena
hari Vita merasa sangat capek sekali. Taklama kemudian Rey menelfon Vita
“haloo, kamu kemana aja di sms nggak dibalas, ditelfon gak diangkat
juga. Kenapa sih? Mulai bosen ya udah. Maless gue sama Loe” Rey marah pada
Vita lewat telefon
“bukan kok Rey” jawab Vita dengan nada lirih karena Rey marah
“alasan! Gak usah sms gue” jawab Rey kemudian dengan nada pelan
kemudian telfon dimatikan.
“Ya Allah ada apa denganku, jangan-jangan aku mulai suka lagi
dengan Ditra, MasyaAllah aku pokoknya nggak boleh suka lagi sama cowok Playboy
itu” kata Vita mengeluh kemudin dia meletakkan handphonenya diatas meja belajar
dan ia segera mandi
Seusai itu dia belajar karena
besok ada ulangan Fisika dan Matematika. Tit tit tit.. suara handphone Vita
berbunyi dengan sangat lengah Vita meraih handphonenya kemudian melihat siapa
yang menelpon dia. Ternyata itu telfon dari Ditra, Vita segera mengangkat
“hallo Vita, ini aku Ditra Vit
besok sepulang sekolah kamu jangan pulang dulu ya? Please ku mohon”
“memangnya ada apa Dit?” tanya
Vita tak mengerti
“aku pengen ngomong sesuatu
kekamu, dan aku harap hal ini tidak diketahui
oleh Rey. Aku takut dia akan memarahimu”
“maaf, bukannya aku tidak mau,
aku takut Rey marah, karena hari ini Rey dan aku lagi marahan. Maaf ya Dit.
Tutup saja telfonnya aku mau belajar, jangan ganggu aku” pinta Vita pada Ditra
lewat telefon
“hefttttttttt..” jawab Ditra
mulai lemas dengan Vita yang selalu cuek dengannya, kemudian Ditra segera
menutup telfonnya.
“astaga sudah jam 6” kata Vita kaget, dan masih diranjang
kamarnya masih berselimut
Vita segera menuju kekamar
mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Selesai itu tantenya menawarinya untuk
makan pagi atau sarapan, dengan lembut Vita menolak dan kemudian dia bergegas
berangkat dengan terburu-buru
“permisi Pak! Tolong anterin
Vita sekolah.” Suruh Vita kepada Pak Bakri (sopirnya, juga sopir Omnya)
“oh iya Non silahkan!” jawab
Pak Bakri ramah kepada Vita, karena Vita atasannya
Sampai didepan sekolah Vita
bergegas turun dari mobil mewah itu dan segera lari kecil menuju kekelas,
karena kelasnya berada diatas, dia mengurungkan niatnya untuk berlari jadi dia berjalan
dengan santai menuju tangga yang akan kekelasnya. “morning dedek Vita, tumben
baru berangkat” tanya kakak kelasnya dengan centil. Yah seperti biasa Vita tak
akan menjawabnya karena memang selain cuek kepada laki-laki dia tak suka cowok
excesive atau berlebihan.
“dek” sapa Mbak Virna kepada
Vita dik kelasnya, “iya mbak” Vita membalas dengan senyuman khasnya yang sangat
manis. Sampai dikelas Vita melihat Rey berduaan dengan Natalia, Vita tak
menghiraukan karena dipikirannya paling juga Rey minta ngajarin Matematika pada
Natalia.
“hallo Vita” sapa teman-teman
cowok Vita, “morning” kata Ditra pada Vita.
“ hello Vita, baru datang ya?”
tanya Rahma pada Vita. “iya girls” Vita menjawab sambil tersenyum kemudian
meletakkan tasnya dibangku.
Saat hendak akan keluar kelas
dengan Yani dan Raya kemudian datanglah Natalia padanya, Natalia itu anaknya
baik, agak pendiam, dan terkadang nyebelin.
“sorry ya Vit, jangan cemburu”
kata Natalia dengan santai, karena merasa dilecehkan atau diejek oleh Natalia,
Vita diam saja meskipun sebenarnya dia cemburu dengan natalia. Dan segera
meninggalkan Natalia.
Vita bergurau-gurau dengan Yani
dan raya diluar kelas, Vita memang anaknya lucu kayak pelawak. Melihat kedua
sahabatnya Yani dan Raya sedang galau karena ada masalah Vita mengguraui
sahabatnya walaupun sebenarnya Vita adalah salah satu orangyang galau diantara
kedua sahabatnya, namun Vita tetap enjoy tak berfikir lebih tentang
kesedihannya.
Kemudian Vita dkk masuk
kekelas, sebenarnya hari ini Vita malas sekali sekolah karena bertengkar dengan
Rey. Dikelas Vita hanya bermain-main laptop dengan Yani dan Raya. Sepertinya
jam pertama kosong karena ada rapat guru di Aula. Vita ingin kelur kelas, namun
memang tidak boleh keluar kelas saat jam pelajaran kosong maupun tidak kalau belum
ada tanda bel istirahat. Saat membuka akun nya Vita membaca wall Rey, status
Rey (aku juga bosen sama kamu. Gak ngertiin aku sama sekali #selingkuh saja :p
wkwkwkwk), kemudian Vita menggebrak mejanya hingga berbunyi sangat keras, dan
membuat temannya melongo melihat kearah Vita termasuk Rey.
“bisa nggak gak usah
ghebrak-gebrak meja. Dasar !” marah Rey
“udah Rey diem. Ini semua juga
gara-gara Loe. Udah Vit sabar yaa?” kata Yani sahabatnya tak tega melihat Vita
bersedih gara-gara Rey. “eh loe nggak tau apa-apa mendingan loe diem!” bentak
Rey pada Yani. Tak ada satu kalimatpun yang terucap dari mulut Vita kemudian
dia segera pergi keluar.
Akhirnya jam pelajaran terakhir usai dan semua boleh pulang.Vita membereskan
barang-barangnya yang ada diatas meja karena tadi saat pelajaran ke 5-6 semua
isi tas dikeluarkannya.
Dilihatnya semua sudah keluar tinggal Vita, Zaka dan Ditra yang ada
didalam, kemudian Zaka segera keluar meninggalkan Vita dan Ditra dikelas.
Tiba-tiba Ditra menghampiri Vita
yang sedang sibuk membereskan buku-bukanya.
“mau bantuan?” tawar Ditra
kepada Vita yang sangat sibuk dengan barang-barangnya
“makasih” jawab Vita singkat,
tak lama buku-buku Vita sudah tertata rapi didalam tas yang lumayan besar
berwarna hitam bercorak Putih disampingnya.
Vita segera keluar kelas, Ditra
mengikutinya. Saat hendak mau beranjak pergi Ditra mencegah Vita.
“Vit aku ngomong sama kamu,
beri aku waktu.”
“ngomong aja Dit, aku gak punya
banyak waktu, aku capek ingin cepat-cepat pulang” jawab Vita
“ya sudah gak jadi” Ditra mulai
tidak mood dengan Vita yang selalu begitu dengannya, kemudian beranjak pergi meninggalkan
Vita. Tiba-tiba Vita meraih tangan Ditra dari belakang “mau ngomong apa? Diberi
waktu itu seharusnya dimanfaatkan!” kata Vita kemudian melepaskan tangannya
dari Ditra.
“aku sayang banget Vit sama kamu,
bahkan sudah dari kelas 7” kata-kata itu keluar dari mulut Ditra yang membuat
Vita sangat kaget dan tidak percaya karena Ditra terkenal dengan Palyboynya dan
suka memberi harapan palsu kepada cewek yang menyukainya.
“terserah. Aku capek aku ingin pulang” kemudian Vita meninggalkan Ditra sendiri.
“terserah. Aku capek aku ingin pulang” kemudian Vita meninggalkan Ditra sendiri.
Kemudian Rey dan beberapa kawannya datang menghampiri Ditra
“sabar ya Dit, itulah Vita tapi sebenarnya dia itu baik dan lembut entah apa
yang membuatnya dingin terhadap laki-laki aku juga tidak tahu” kata Rey pada
Ditra.
Sebenarnya Rey sudah bisa
melepaskan Vita walaupun agak berat makanya tadi dia berlagak berduaan dengan
Natalia karena Rey sudah tahu semua. Saat jalan dengan Rey Vita membawa buku
hariannya dan saat akan pulang buku Vita jatuh dan semua telah dibaca dengan
Rey. Ternyata sebenarnya Vita suka dengan Ditra namun Ditra tak pernah
menanggapi ataupun menghargai perasaannya maka dari itu saat Rey menyatakan
suka pada Vita, Vita langsung menerima agar dia bisa melupakan Ditra selamanya.
“makasih ya Rey.ini salahku,
jangan putuskan Vita dulu ya?”
“aku akan bantu kamu Dit, karena aku sayang kamu dan Vita” kemudian mereka berdua saling berangkulan.
“aku akan bantu kamu Dit, karena aku sayang kamu dan Vita” kemudian mereka berdua saling berangkulan.
Hari ini hari minggu selesai sarapan Vita duduk ditaman
belakang sambil memandangi indahnya kolam dan pohon-pohon dirumahnya. “Ditra
Ditra aku belum bisa melupakan kamu, kamu yang paling berharga, aku sakit
belajar membencimu dan menyukai Rey aku tidak pantas dengan Rey aku kasihan
sama Rey. Andai kamu tahu Dit aku sayang banget sama kamu” Vita bergumam
sendiri tiba-tiba dari belakang ada yang menjawab semua kata-katanyatadi “aku
juga sayang banget Vit sama kamu, aku juga sakit aku pura-pura mencintai cewek
lain dan membiarkan kamu bersama Rey” ternyata itu adalah Ditra.
“Ditra? Ngapain kamu kemari, aku nggak bilang gitu kok” jawab Vita kaget dan heran karena tiba-tiba ada Ditra dibelakangnya.
“Vita sayang. Aku sudah tahu semuanya kok dan aku sama sekali tidak marah sama kamu karena aku sayang kamu dan juga Ditra. Jangan pernah berbohong tentang Cinta karena kamu akan terasa terpaksa sekali. Cinta tidak bisa dipaksa maupun terpaksa Cinta harus dengan tulus dari hati” jelas Rey pada Vita, Vitapun kaget kenapa semua ada dirumahnya
“Ditra? Ngapain kamu kemari, aku nggak bilang gitu kok” jawab Vita kaget dan heran karena tiba-tiba ada Ditra dibelakangnya.
“Vita sayang. Aku sudah tahu semuanya kok dan aku sama sekali tidak marah sama kamu karena aku sayang kamu dan juga Ditra. Jangan pernah berbohong tentang Cinta karena kamu akan terasa terpaksa sekali. Cinta tidak bisa dipaksa maupun terpaksa Cinta harus dengan tulus dari hati” jelas Rey pada Vita, Vitapun kaget kenapa semua ada dirumahnya
“setangkai bunga mawar ini
hanya untukmu Vit. Kamu maukan jadi yang terindah dalam hari-hariku” Ditra
menunduk dan berlutut dihadapan Vita
“tapi aku sayang sama Rey” jawab Vita kemudian menatap Rey
“aku juga sayang sama kamu Vit, tapi aku tahu kamu lebih sayang Ditra. Trimalah cintanya yang tulus itu kepadamu karena kesempatan tidak datang dua kali” jelas Rey pada Vita
“sebenarnya aku juga suka sama kamu, tapi kenapa selama ini kamu tak pernah tahu?” tanya Vita pada Ditra, kemudian Ditra berdiri
“maafkan aku, sekarang kamu trima aku apa nggak?”
“emmm enggak, aku enggak mau temenan sama kamu , aku maunya lebih dari teman” gurau Vita
“jadi kamu trima aku. Makasih aku sayang kamu Vit” Ditra sangat senang sekali karena cintanya diterima dengan Vita. Lalu Ditra menggandeng Vita dengan disaksikan Rey mereka saling bahagia kemudian datanglah Natalia. Rey saat itu juga menyatakan cinta kepada Natalia. Akhirnya mereka berdua bahagia.
“tapi aku sayang sama Rey” jawab Vita kemudian menatap Rey
“aku juga sayang sama kamu Vit, tapi aku tahu kamu lebih sayang Ditra. Trimalah cintanya yang tulus itu kepadamu karena kesempatan tidak datang dua kali” jelas Rey pada Vita
“sebenarnya aku juga suka sama kamu, tapi kenapa selama ini kamu tak pernah tahu?” tanya Vita pada Ditra, kemudian Ditra berdiri
“maafkan aku, sekarang kamu trima aku apa nggak?”
“emmm enggak, aku enggak mau temenan sama kamu , aku maunya lebih dari teman” gurau Vita
“jadi kamu trima aku. Makasih aku sayang kamu Vit” Ditra sangat senang sekali karena cintanya diterima dengan Vita. Lalu Ditra menggandeng Vita dengan disaksikan Rey mereka saling bahagia kemudian datanglah Natalia. Rey saat itu juga menyatakan cinta kepada Natalia. Akhirnya mereka berdua bahagia.
Rey dengan Natalia, vita dengan Ditra
“Gadis Lincah, Gadis crewet, lucu baik dan ngegemesin ini untukmu” ternyata Ditra menyiapkan sebuah poster untuk Vita yang bertuliskan I LOVE YOU, Gadis Lincah adalah sebutan yang pantas untukmu.
“Gadis Lincah, Gadis crewet, lucu baik dan ngegemesin ini untukmu” ternyata Ditra menyiapkan sebuah poster untuk Vita yang bertuliskan I LOVE YOU, Gadis Lincah adalah sebutan yang pantas untukmu.
Tiba-tiba Vita menyenggol Ditra
“dasar. Lincah apaan?”, “Lincah selalu dimataku, dihatiku dan dihari-hariku”
Ditra ngegombalin Vita.
“huuu dasar Ditra suka
ngegombal” kata Rey dan Natalia. Kemudian mereka semua saling bercanda dan
tertawa.
SELESAI
Langganan:
Komentar (Atom)


